Tuesday, January 12, 1993

Selamat jalan sahabat

Seorang sahabat, satu lagi, pergi sudah
Dia berangkat untuk mencoba mengais lagi
Sisa sisa serpihan hidupnya
Yang mungkin tercecer dari kekalahannya
(tenang, tenanglah sahabat, tenanglah seperti batu batu tebing itu, ya..)
Jagalah omelanmu agar lidah tak menyerapah
Seperti pernah kubilang,
Setiap dari kita mempunyai kekalahannya masing masing,
Maka, mari kita berjabat tangan
Sebab aku bukan lebih baik darimu
Mari, aku antar kau tidak dengan kesedihan
Bukan kita berpisah, sahabat,
Karena besok mungkin kita masih bisa bercanda lagi
Mencoba menertawai warna warna hidup ini
Apapun itu..
See ya’ around, friend
(catatan buat cebol, seorang sahabat)