Mari kita mengalir saja
Agar kita lentur mengatasi celah
Dan bilapun memang tak ada celahnya
Bukankah berarti hening?
Mengalir
Ataupun hening, hakekatnya sama
Karena sama sama tak melawan
Wednesday, December 30, 1992
Jalan Air
Posted by Hanna at 9:04 PM 0 comments
Labels: Surabaya
Saturday, November 28, 1992
Semoga
Diantara beberapa kepul asap yang menghambur
Ada mata mengedip ngantuk
Maka ruh primitifku meliar lagi
Sekali membuka dan terbuka, menangkap apa saja
Semoga ini bisa kerap terjadi
Semoga juga ada isi yang tertangkap
Dan semoga lagi kelak tidak harus dengan cara ini
Selayak cara bunga yang terisap ini,entah kapan
Posted by Hanna at 9:05 PM 0 comments
Labels: Surabaya
Friday, July 31, 1992
Elang dan pelaut
Apakah memang mungkin
Seorang lelaki begitu kesepiannya
Sedemikian hingga bagaikan seekor elang
Yang sendiri terbang menggaris langit,
Mencari sarangnya
Atau bagaikan seorang pelaut
Yang tersenyum dalam siksanya
Pada dambanya untuk daratan yang tak juga dijumpa
Seekor elangkah aku ?
Seorang pelautkah aku?
Posted by Hanna at 8:26 PM 0 comments
Labels: Surabaya
Thursday, January 9, 1992
Dalam Kata
Sudah cukup jauh aku melangkah
Namun kenapa yang kudapat akhirnya
Hanya kekosongan?
Pada gelap dan hening ini,malam
Kubuka pintu kamarku lebar lebar
Yang sudutnya yang paling gelap
Berkata : Pok, kau bohong !
Nyatanya semua adalah kepurapuraan
Hakekatnya satu : melarikan diri
…ya, aku adalah buronan
Yang melarikan diri dari siang hari
Orang bisa dihidupi oleh harapan
Aku dihidupi kecewa dan dendam
Aku, sipecundang ayng selalu ditolak
Aku bukan apa, bukan siapa
Lalu, I’m just like other people
…I’m a man, a real strong man
,akulah sang penolak itu
Tak apa, setiap manusia punya jalan
Dan warnanya sendiri
Mungkin, warnaku abu abu..sekarang
Tapi setidaknya aku yakin bahwa warnaku
Juga akan berubah..nanti
Aku pasti mampu membakar jembatanku
Menoleh bukan untuk kembali
Ujung jalan masih ufuk
Kenapa harus berhenti (keep fighting, man !)
Karena bagaimanapun caranya, apapun alasannya
…aku adalah sang petualang
(tak akan aku menyesali)
Catatan:
Berbahagialah orang yang mau dan mampu mempelajari dirinya, nuraninya karena dengannya kita makin dewasa dan bijak
Ikuti saja langkahmu, dan bila kau lakukan itu
Dengan kesadaran dan pemahamanmu sendiri
Kau akan bahagia, karena itulah langkahmu
Posted by Hanna at 1:35 AM 0 comments
Labels: Probolinggo