Thursday, January 9, 1992

Dalam Kata

Sudah cukup jauh aku melangkah
Namun kenapa yang kudapat akhirnya
Hanya kekosongan?
Pada gelap dan hening ini,malam
Kubuka pintu kamarku lebar lebar
Yang sudutnya yang paling gelap
Berkata : Pok, kau bohong !
Nyatanya semua adalah kepurapuraan
Hakekatnya satu : melarikan diri
…ya, aku adalah buronan
Yang melarikan diri dari siang hari
Orang bisa dihidupi oleh harapan
Aku dihidupi kecewa dan dendam
Aku, sipecundang ayng selalu ditolak
Aku bukan apa, bukan siapa
Lalu, I’m just like other people
…I’m a man, a real strong man
,akulah sang penolak itu
Tak apa, setiap manusia punya jalan
Dan warnanya sendiri
Mungkin, warnaku abu abu..sekarang
Tapi setidaknya aku yakin bahwa warnaku
Juga akan berubah..nanti
Aku pasti mampu membakar jembatanku
Menoleh bukan untuk kembali
Ujung jalan masih ufuk
Kenapa harus berhenti (keep fighting, man !)
Karena bagaimanapun caranya, apapun alasannya
…aku adalah sang petualang
(tak akan aku menyesali)

Catatan:
Berbahagialah orang yang mau dan mampu mempelajari dirinya, nuraninya karena dengannya kita makin dewasa dan bijak
Ikuti saja langkahmu, dan bila kau lakukan itu
Dengan kesadaran dan pemahamanmu sendiri
Kau akan bahagia, karena itulah langkahmu